Show Up
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Google dirumorkan akan meluncurkan layanan pembunuh Facebook. Rumor itu didapat dari update singkat Twitter pendiri Digg, Kevin Rose.
Menurut Rose, layanan baru ini akan disebut "Google Me," dan dalam beberapa hal akan menawarkan fungsi sosial yang bisa menyaingi Facebook.
Jika benar, ini bukan pertama kali Google meluncurkan layanan profil tinggi Web 2.0. Sebelumnya perusahan itu memiliki Google Buzz.
Masih belum jelas seberapa banyak tanda Buzz telah dibuat menyangkut jumlah penggunanya, namun menurut ReadWriteWeb, 90 persen semua konten yang diterbitkan di Buzz hanya pengulangan otomatis dari yang ada di akun Twitter atau RSS feed.
Microsoft menyatakan bahwa akan terus memberikan dukungan terhadap Internet Explore 6 hingga 4 tahun mendatang. Tapi para pengguna browser akan secepatnya meninggalkan IE6. Disebabkan karena beberapa situs web telah mencabut dukungan untuk browser keluaran 2001 tersebut. Google bahkan secara resmi menyatakan tidak akan mendukung IE6 per 1 Maret kemarin. IE6 dinilai banyak memiliki celah keamanan, dan bertanggung jawab atas sejumlah serangan di mesin pencari tersebut. Layanan seperti “Google Docs” takkan bekarja maksimal sengan IE6. Google menyarankan pada para penjelajah web yang masih menggunakan IE6, untuk segera meng-UPGRADE browsernya ke versi terbaru yaitu IE8. Hacker sering kali memanfaatkan kelemahan IE6 untuk menyerang Google. Tapi tidak hanya Google, Pemerintahan Perancis dan Jerman juga merekomendasikan pada para pengguna browse untuk meng-UPGRADE IE6-nya ke versi yang lebih baru, atau mengganti IE ke mesin browser lain seperti FIREFOX, OPERA.

Google memperingatkan sebuah mesin pencari(Search Engine) di Cina agar berhenti menggunakan logo yang mirip dengan logo Mesin pencari terkemukan tersebut (Google). Bila tidak, situs gadungan dari Cina yaitu “Goojje” akan mengadapi tindakan hukum dari Google. Google menuduh Goojje telah melanggar hak dagang Google. Menurut Google, logo Goojje bisa membuat pengguna internet menyangka kalau “Goojje” disahkan atau berkaitan dengan perusahaan AS tersebut. Google menuntut “Goojje” untuk segera mencabut logo kontroversial tersebut.

Dikutip dari: Pcmedia 04/2010